Membersihkan Kamar Mandi
Di rumah ini, ada dua kamar mandi dengan dua karakter berbeda. Pertama adalah kamar mandi utama, kusebut saja demikian, adalah kamar mandi yang bersebelahan dengan kamar tidur kami. Sudah tentu paling sering kami gunakan. Berukuran cukup luas, sekitar 2,10 x 2,80 meter. Ada jendela vertikal, tidak besar, tetapi memungkinkan cahaya bahkan panas matahari masuk setiap siang. sehingga kamar mandi ini selalu kering dan tidak lembab. Ini satu keuntungan dan tips untukmu yang akan membangun atau merenovasi rumah. Kamar mandi dengan asupan sinar matahari yang cukup akan menghambat munculnya jamur akibat lembab. Dengan demikian, akan menghemat waktumu untuk menyikat lantai dan dindingnya.
Meski selalu kering dan tidak berjamur, luasnya yang lumayan membutuhkan tenaga yang lumayan juga untuk membersihkannya. Untuk itu, aku membaginya menjadi dua area. Area basah, yakni area shower yang akan basah saat dipakai mandi; dan sisanya adalah area kering termasuk kloset dan wastafel.
Kamar mandi yang satu lagi terletak di lantai dasar rumah. Ukurannya sekitar 1 x 2 meter saja. Hanya ada shower dan kloset, tanpa wastafel. Letaknya di bawah tangga, tidak ada jendela sama sekali. Kami memasang ekshaus untuk sirkulasi udaranya. Sebetulnya kamar mandi ini didesain kering juga. Area mandi menggunakan shower yang jika sedang tidak terpakai, lantainya akan kering dengan sendirinya. Namun karena tidak terkena cahaya atau panas, kamar mandi ini lebih cepat kotor dan berjamur.
Aku tidak punya jadwal membersikan kedua kamar mandi. Biasanya spontanitas saja, saat sudah terlihat kotor, punya waktu, dan tidak sedang malas. Tentu saja ini bukan seminggu sekali. Bukan. Walaupun aku punya standar kebersihan kamar mandi yang cukup tinggi (ya, it is me yang kalau me-review hotel, bisa detail tentang kebersihan kamar mandinya) sementara aku juga punya berbagai kesibukan dan kemalasan. Terus terang untuk membersihkan dua kamar mandi secara intensif cukup memberatkan. Maka aku punya beberapa cara yang intinya adalah menunda kamar mandi terlihat kotor:
1. Membersihkan total. Ini cara yang amat umum, sih. Tapi ini berarti aku harus meluangkan waktu 1-2 jam untuk mulai dari menggosok dinding, menggosok kloset, menggosok wastafel, menyikat lantai lantai sampai kering lagi, dan mengembalikan barang-barang kembali pada tempatnya. Ini bisa menyebabkan kelelahan yang luar biasa, karena itu disarankan untuk melakukannya saat mood sedang bagus. Aku sendiri melakukan pembersihan total kamar mandi utama paling cuma setahun sekali. Hehehe...
Sementara, di kamar mandi bawah aku selalu melakukan pembersihan total. Kecil sih, ya...
2. Membersihkan satu bagian saja, yaitu dinding saja atau lantai saja. Menggosok dinding biasanya memakan waktu lebih lama. Aku memakai sepat hijau Scotchbright 3M dan sabun cuci piring Sunlight. Sama seperti kalau mencuci piring, aku mengandalkan perabaan untuk mengecek kebersihannya. Kalau dinding masih terasa kasar, itu tandanya masih kotor. Gunakan sedikit tekanan saat menggosoknya. Biasanya aku menggosok area mandi saja, karena itu memang yang biasanya terkena cipratan air dan sabun. Menggosok keseluruhan dinding? Baru satu kali kulakukan dalam empat tahun ini.
Untuk membersihkan lantai, aku memakai sikat kecil yang ujungnya bersudut, gunanya untuk membersikah pojokan baik dari sisi lantai maupun sisi dinding. Dinding bagian bawah biasanya aku bonusin sikat, karena lebih kotor. Kadang-kadang, aku juga meraba ada bagian yang kasar di lantai yang tidak hilang hanya dengan disikat. Biasanya aku tuntaskan dengan --lagi-lagi-- sepat hijau Scotchbright 3M.
Untuk kloset, aku juga menggosoknya dengan sepat ini tapi tanpa tenaga, khususnya untuk bagian dudukan yang terbuat dari plastik. Dalam klosetnya sendiri aku pakai Harpic. Terus terang termakan iklan dan belum pernah pakai yang lain. Biasanya aku membersihkan bagian dalam kloset secara berkala. Asal terlihat kotor, tuang harpic, diamkan, lalu sikat. Udah, gitu aja. Bisa dilakukan sambil lalu.
3. Membersihkan noda-noda saja. Ini kulakukan saat tidak banyak waktu, atau malas. Dalam banyak keterbatasan, yang paling mudah dan sering kulakukan adalah membersihkan hanya pada bagian yang kotor saja. Biasanya kulakukan sambil mandi. Bagian yang kotor, misalnya lantai di sekitar saluran pembuangan air dan sudut-sudutnya. Ya sudah, itu saja yang di sikat. Atau bagian bawah dinding. Atau wastafel saja. Atau bagian dalam kloset saja.
4. Menyapu dan mengepel kamar mandi kering. Ini jauh lebih effortless dibandingkan dengan menyikat dan menggosok. Biasanya kulakukan sembari menyapu dan mengepel rumah, mampir sebentar ke kamar mandi. Lumayan untuk membersihkan lantai dari rambut-rambut rontok dan noda-noda cipratan air sabun.
Meski selalu kering dan tidak berjamur, luasnya yang lumayan membutuhkan tenaga yang lumayan juga untuk membersihkannya. Untuk itu, aku membaginya menjadi dua area. Area basah, yakni area shower yang akan basah saat dipakai mandi; dan sisanya adalah area kering termasuk kloset dan wastafel.
Kamar mandi yang satu lagi terletak di lantai dasar rumah. Ukurannya sekitar 1 x 2 meter saja. Hanya ada shower dan kloset, tanpa wastafel. Letaknya di bawah tangga, tidak ada jendela sama sekali. Kami memasang ekshaus untuk sirkulasi udaranya. Sebetulnya kamar mandi ini didesain kering juga. Area mandi menggunakan shower yang jika sedang tidak terpakai, lantainya akan kering dengan sendirinya. Namun karena tidak terkena cahaya atau panas, kamar mandi ini lebih cepat kotor dan berjamur.
Aku tidak punya jadwal membersikan kedua kamar mandi. Biasanya spontanitas saja, saat sudah terlihat kotor, punya waktu, dan tidak sedang malas. Tentu saja ini bukan seminggu sekali. Bukan. Walaupun aku punya standar kebersihan kamar mandi yang cukup tinggi (ya, it is me yang kalau me-review hotel, bisa detail tentang kebersihan kamar mandinya) sementara aku juga punya berbagai kesibukan dan kemalasan. Terus terang untuk membersihkan dua kamar mandi secara intensif cukup memberatkan. Maka aku punya beberapa cara yang intinya adalah menunda kamar mandi terlihat kotor:
1. Membersihkan total. Ini cara yang amat umum, sih. Tapi ini berarti aku harus meluangkan waktu 1-2 jam untuk mulai dari menggosok dinding, menggosok kloset, menggosok wastafel, menyikat lantai lantai sampai kering lagi, dan mengembalikan barang-barang kembali pada tempatnya. Ini bisa menyebabkan kelelahan yang luar biasa, karena itu disarankan untuk melakukannya saat mood sedang bagus. Aku sendiri melakukan pembersihan total kamar mandi utama paling cuma setahun sekali. Hehehe...
Kamar mandi ini tanpa sekat antara area basah dan kering. Adikku (yang merancang dan membangunkan rumahku) mengusulkan untuk memasang sekat kaca. Aku menolak. Kupikir, menambah kaca, berarti menambah area yang harus dibersihkan... Realistis bukan? ; )
Sementara, di kamar mandi bawah aku selalu melakukan pembersihan total. Kecil sih, ya...
2. Membersihkan satu bagian saja, yaitu dinding saja atau lantai saja. Menggosok dinding biasanya memakan waktu lebih lama. Aku memakai sepat hijau Scotchbright 3M dan sabun cuci piring Sunlight. Sama seperti kalau mencuci piring, aku mengandalkan perabaan untuk mengecek kebersihannya. Kalau dinding masih terasa kasar, itu tandanya masih kotor. Gunakan sedikit tekanan saat menggosoknya. Biasanya aku menggosok area mandi saja, karena itu memang yang biasanya terkena cipratan air dan sabun. Menggosok keseluruhan dinding? Baru satu kali kulakukan dalam empat tahun ini.
Untuk membersihkan lantai, aku memakai sikat kecil yang ujungnya bersudut, gunanya untuk membersikah pojokan baik dari sisi lantai maupun sisi dinding. Dinding bagian bawah biasanya aku bonusin sikat, karena lebih kotor. Kadang-kadang, aku juga meraba ada bagian yang kasar di lantai yang tidak hilang hanya dengan disikat. Biasanya aku tuntaskan dengan --lagi-lagi-- sepat hijau Scotchbright 3M.
Yang di dalam botol madu itu Sunlight ya...
Untuk kloset, aku juga menggosoknya dengan sepat ini tapi tanpa tenaga, khususnya untuk bagian dudukan yang terbuat dari plastik. Dalam klosetnya sendiri aku pakai Harpic. Terus terang termakan iklan dan belum pernah pakai yang lain. Biasanya aku membersihkan bagian dalam kloset secara berkala. Asal terlihat kotor, tuang harpic, diamkan, lalu sikat. Udah, gitu aja. Bisa dilakukan sambil lalu.
3. Membersihkan noda-noda saja. Ini kulakukan saat tidak banyak waktu, atau malas. Dalam banyak keterbatasan, yang paling mudah dan sering kulakukan adalah membersihkan hanya pada bagian yang kotor saja. Biasanya kulakukan sambil mandi. Bagian yang kotor, misalnya lantai di sekitar saluran pembuangan air dan sudut-sudutnya. Ya sudah, itu saja yang di sikat. Atau bagian bawah dinding. Atau wastafel saja. Atau bagian dalam kloset saja.
4. Menyapu dan mengepel kamar mandi kering. Ini jauh lebih effortless dibandingkan dengan menyikat dan menggosok. Biasanya kulakukan sembari menyapu dan mengepel rumah, mampir sebentar ke kamar mandi. Lumayan untuk membersihkan lantai dari rambut-rambut rontok dan noda-noda cipratan air sabun.
Out of topic, itu tempat tisu gulung menjadi tempat handuk kecil yang aku gunakan untuk menggantkan fungsi tisu.
Balik lagi, intinya adalah untuk menunda kamar mandi terlihat kotor. Jadi hal kecil apapun yang bisa dilakukan, pastinya lebih mudah dan praktis dari pada membersihkan seluruh bagiannya... ; )




Comments
Post a Comment