Laundry Day #2: Jemuran
Mencuci pakaian tidak berhenti di urusan mesin cuci tapi juga tentang menjemur, menyetrika, lalu menata dalam lemari. Biasanya aku lakukan seminggu sekali saat weekend, dan setidaknya makan waktu dua-tiga jam sampai pakaian siap dijemur. Kadang lebih kalau aku sambi macam-macam.
Di rumah tidak ada jemuran permanen.
Pernah suatu ketika Tante dateng ke rumah, liat-liat, lalu menyarankan untuk pasang atap fiber di atas service area (biar keren aja sebut ini, maksudnya tempat cuci pakaian) supaya mudah menjemur pakaian dan bisa ditinggal-tinggal saat berpergian.
Tante tidak tahu, bagaimana aku mengelola jemuranku. Juga banyak orang yang datang pertama kali, sering heran karena aku ngga punya tempat jemur pakaian.
Rahasianya adalah jemuran portable. Kesannya kayak gadget aja, portable. Iya, maksudnya jemuran yang bisa dipindah-pindah karena pakai roda, dan bisa dilipat saat tidak diperlukan. Aku belinya online, tapi sebetulnya banyak dijual di toko-toko peralatan rumah. Idenya ya pas nonton acara promo belanja di tivi.
Konsekuensinya, aku beli gantungan pakaian yang cukup banyak. Memang agak sedikit lama waktu menjemur, karena perlu memasangkan gantungan satu-satu. Tapi cara ini efektif dan efisien buatku. Jemuran baju ini bisa dipindah-pindah dengan mudah terutama untuk mengejar matahari. Saat pagi, jemuran aku taruh di belakang rumah, lalu menjelang siang kupindahkan ke teras depan yang menghadap ke barat. Kalau aku pergi, atau hari hujan tapi sudah telanjur mencuci, maka jemurannya kutaruh saja di dalam rumah. Untungnya rumahku punya banyak lubang angin, bahkan ada satu dinding yang terbangun dari rooster. Jadi, biarpun di dalam rumah, pakaian cukup dapat angin bahkan panas matahari kalau masih di bawah jam 10 pagi.
Untuk jemuran selain pakaian, misalnya sepatu atau kain-kain lap, aku menambahkan beberapa gantungan di ruang cuci. Keduanya produk Ikea. Pas sesuai kebutuhan ; )
Di rumah tidak ada jemuran permanen.
Pernah suatu ketika Tante dateng ke rumah, liat-liat, lalu menyarankan untuk pasang atap fiber di atas service area (biar keren aja sebut ini, maksudnya tempat cuci pakaian) supaya mudah menjemur pakaian dan bisa ditinggal-tinggal saat berpergian.
Tante tidak tahu, bagaimana aku mengelola jemuranku. Juga banyak orang yang datang pertama kali, sering heran karena aku ngga punya tempat jemur pakaian.
Rahasianya adalah jemuran portable. Kesannya kayak gadget aja, portable. Iya, maksudnya jemuran yang bisa dipindah-pindah karena pakai roda, dan bisa dilipat saat tidak diperlukan. Aku belinya online, tapi sebetulnya banyak dijual di toko-toko peralatan rumah. Idenya ya pas nonton acara promo belanja di tivi.
Konsekuensinya, aku beli gantungan pakaian yang cukup banyak. Memang agak sedikit lama waktu menjemur, karena perlu memasangkan gantungan satu-satu. Tapi cara ini efektif dan efisien buatku. Jemuran baju ini bisa dipindah-pindah dengan mudah terutama untuk mengejar matahari. Saat pagi, jemuran aku taruh di belakang rumah, lalu menjelang siang kupindahkan ke teras depan yang menghadap ke barat. Kalau aku pergi, atau hari hujan tapi sudah telanjur mencuci, maka jemurannya kutaruh saja di dalam rumah. Untungnya rumahku punya banyak lubang angin, bahkan ada satu dinding yang terbangun dari rooster. Jadi, biarpun di dalam rumah, pakaian cukup dapat angin bahkan panas matahari kalau masih di bawah jam 10 pagi.
Untuk jemuran selain pakaian, misalnya sepatu atau kain-kain lap, aku menambahkan beberapa gantungan di ruang cuci. Keduanya produk Ikea. Pas sesuai kebutuhan ; )




Comments
Post a Comment