Duo Maut!
Percaya ngga, satu hal yang dibekelin Mama sewaktu aku akan pindah ke Jambi adalah sabut hijau pencuci piring ini. Aku menyebutnya sepat. Tapi ini khusus, merek Scotch Brite 3M.
Tahun 2003, kepindahanku ke Jambi karena diterima bekerja di sebuah lembaga konservasi di sana. Untuk pertama kalinya setelah 25 tahun, aku akan tinggal sendiri di kota yang baru, tanpa ada keluarga sama sekali. Maka dibekalilah aku perlengkapan nge-kos. Selain seprei dan sarung bantal, sepat ini sengaja diberikan untuk dibawa. "Belum tentu di sana ada," kata Mama.
Sebelum sampai ke sana, perlu aku ceritakan dulu bahwa cuci piring adalah pekerjaan rumah wajibku sejak mungkin SMP kelas satu sekalipun kami punya asisten rumah tangga di rumah. Jadi percayalah, meski awalnya melakukan dengan terpaksa, tapi aku sangat berpengalaman dalam hal cuci piring.
Sungguh, aku tahu bedanya peralatan makan yang dicuci dengan benar atau tidak. Ini rahasia, tapi tidak jarang aku mencuci lagi peralatan makan yang sudah dicuci Dodi suamiku karena menurutku tidak bersih (tapi aku sungguh menghargai niatannya membantu pekerjaan rumah). Lalu setiap melihat cangkir yang kupingnya kehitaman atau gelas dan sendok yang kecoklatan karena terlalu sering digunakan untuk teh, rasanya gatel pengen nyuci. Aku pernah lho, sampai bilang ke pemilik kafe langganan di Jogja tentang noda hitam di pegangan cangkir. Noda-noda itu bisa hilang kok, kalau nyucinya bener.
Kalau sudah telanjur hitam, perlu sepat 3M yang baru. Aku biasa pakai ukuran kecil yang sekarang sudah jarang di pasaran. Jadi, aku pakai ukuran besar tapi aku gunting jadi dua, sekitar 10x5 cm, pas dipegang tangan. Lalu setetelah dibasahi sunlight yang sudah dicairkan, tinggal digosokkan dengan sedikit tenaga di bagian yang bernoda. Selain kuping cangkir, noda-noda hitam ini juga sering ada di pantat piring atau mangkok kaca dan mika.
Sebetulnya, kalau setiap kali kita cuci piring dengan benar, ngga akan sampai ada noda-noda itu. Caranya bagaimana? Dengan sedikit tenaga! Cuci piring itu bukan sekadar membasahi piring atau gelas dengan air sabun, lalu membilasnya. Saat menggosok dengan sabun, kasih sedikit tenaga. Setelah itu, saat membilas, gunakan tangan kita untuk meraba apakah ada bagian yang masih kasar kena tempelan sisa makanan atau licin menyimpan minyak? Kalau iya, gosok lagi yang benar dengan air sabun. Karena itu, aku tidak merekomendasikan sepat busa/spons yang kuning itu karena tidak efektif untuk menggerus sisa makanan yang menempel. Gunakan hanya sepat hijau. Untuk peralatan masak teflon, aku biasa memakai sepat yang sudah lama, jadi sudah tidak kaku agar tidak menggores.
Selain untuk cuci piring, aku juga menggunakan sepat hijau dan sunlight ini untuk membersihkan kamar mandi. Kalau untuk lantai, tentu aku pakai sikat lantai dan bukan sepat ini. Sepat aku pakai untuk menggosok dinding kamar mandi yang sering kasar kena air sabun, wastafel dan bagian luar kloset. Dan oh, untuk menggosok bak cuci piring juga.
Ohya, mengenai sepat hijau yang aku bawa ke Jambi, aku akhirnya menggunakannya untuk bersihin kamar mandi. Sama seperti melihat piring dan alat makan yang bernoda, aku juga suka gatel kalau melihat kamar mandi kotor.
Itu sudah!
Tahun 2003, kepindahanku ke Jambi karena diterima bekerja di sebuah lembaga konservasi di sana. Untuk pertama kalinya setelah 25 tahun, aku akan tinggal sendiri di kota yang baru, tanpa ada keluarga sama sekali. Maka dibekalilah aku perlengkapan nge-kos. Selain seprei dan sarung bantal, sepat ini sengaja diberikan untuk dibawa. "Belum tentu di sana ada," kata Mama.
Sebelum sampai ke sana, perlu aku ceritakan dulu bahwa cuci piring adalah pekerjaan rumah wajibku sejak mungkin SMP kelas satu sekalipun kami punya asisten rumah tangga di rumah. Jadi percayalah, meski awalnya melakukan dengan terpaksa, tapi aku sangat berpengalaman dalam hal cuci piring.
Sungguh, aku tahu bedanya peralatan makan yang dicuci dengan benar atau tidak. Ini rahasia, tapi tidak jarang aku mencuci lagi peralatan makan yang sudah dicuci Dodi suamiku karena menurutku tidak bersih (tapi aku sungguh menghargai niatannya membantu pekerjaan rumah). Lalu setiap melihat cangkir yang kupingnya kehitaman atau gelas dan sendok yang kecoklatan karena terlalu sering digunakan untuk teh, rasanya gatel pengen nyuci. Aku pernah lho, sampai bilang ke pemilik kafe langganan di Jogja tentang noda hitam di pegangan cangkir. Noda-noda itu bisa hilang kok, kalau nyucinya bener.
Kalau sudah telanjur hitam, perlu sepat 3M yang baru. Aku biasa pakai ukuran kecil yang sekarang sudah jarang di pasaran. Jadi, aku pakai ukuran besar tapi aku gunting jadi dua, sekitar 10x5 cm, pas dipegang tangan. Lalu setetelah dibasahi sunlight yang sudah dicairkan, tinggal digosokkan dengan sedikit tenaga di bagian yang bernoda. Selain kuping cangkir, noda-noda hitam ini juga sering ada di pantat piring atau mangkok kaca dan mika.
Sebetulnya, kalau setiap kali kita cuci piring dengan benar, ngga akan sampai ada noda-noda itu. Caranya bagaimana? Dengan sedikit tenaga! Cuci piring itu bukan sekadar membasahi piring atau gelas dengan air sabun, lalu membilasnya. Saat menggosok dengan sabun, kasih sedikit tenaga. Setelah itu, saat membilas, gunakan tangan kita untuk meraba apakah ada bagian yang masih kasar kena tempelan sisa makanan atau licin menyimpan minyak? Kalau iya, gosok lagi yang benar dengan air sabun. Karena itu, aku tidak merekomendasikan sepat busa/spons yang kuning itu karena tidak efektif untuk menggerus sisa makanan yang menempel. Gunakan hanya sepat hijau. Untuk peralatan masak teflon, aku biasa memakai sepat yang sudah lama, jadi sudah tidak kaku agar tidak menggores.
Selain untuk cuci piring, aku juga menggunakan sepat hijau dan sunlight ini untuk membersihkan kamar mandi. Kalau untuk lantai, tentu aku pakai sikat lantai dan bukan sepat ini. Sepat aku pakai untuk menggosok dinding kamar mandi yang sering kasar kena air sabun, wastafel dan bagian luar kloset. Dan oh, untuk menggosok bak cuci piring juga.
Ohya, mengenai sepat hijau yang aku bawa ke Jambi, aku akhirnya menggunakannya untuk bersihin kamar mandi. Sama seperti melihat piring dan alat makan yang bernoda, aku juga suka gatel kalau melihat kamar mandi kotor.
Itu sudah!

Comments
Post a Comment