Sapu Rayung

Aku tidak terlalu suka tergantung pada satu produk yang sulit didapatkan. Rasanya, hidup kok dibikin susah seperti diatur oleh produk itu. Harusnya kan sebaliknya, kita yang punya kuasa atas produk itu. Tapi untuk sapu, aku harus membuat perkecualian.


Sepele. Hanya tentang sapu, yang belum tentu juga bikin aku rajin menyapu. Tapi menurutku, sapu ini yang paling enak dipegang, paling bersih dan luwes saat dipakai. Bisa saja karena kebiasaan, karena dari kecil dulu, di rumah, sapu ya begini modelnya. Ada masa-masa sapu ini susah ditemukan di pasaran, yang bikin mama panik, terutama setelah toko kelontong di Jalan Solo langganan tempat kami membeli sapu sudah tidak lagi berjualan (tokonya dijual). Sampai sekarang, Mama masih rajin berburu sapu ini. Kalau kebetulan ada, pasti langsung borong untuk dibagi-bagi. Terakhir, aku bawa empat buah saat kebetulan ke Jogja dan Mama baru dapet sapu ini. Langsung di-packing rapi, dibawa naik pesawat ke Jakarta.

Aku pernah juga mencoba sapu model lainnya, itu saat sudah tidak satu rumah dengan Mama. Kalau dibikin ranking, sudah pasti sapu model ini yang teratas. Sementara yang terbawah adalah sapu plastik. Iya, sapu plastik. Ngga ada enak-enaknya dipakai, kaku, dan tidak bisa untuk menyapu kolong rendah semisal kolong tempat tidur saking kakunya.

Sapu ini sapu rayung, aku baru tahu nama bahannya. Rayung itu tangkai pelepah rumput gelagah. Sementara batangnya menggunakan bambu kecil yang ringan. Bahan-bahan alami ini sudah tentu menjadi nilai lebih. Selain itu, kenyataan bahwa sapu ini merupakan kerajinan tangan, dibuat handmade oleh tim Pak Mugiyono sebagaimana tertulis di produknya, adalah keistimewaan yang tidak bisa didapatkan dari sapu plastik yang dicetak mesin, dioperasikan oleh buruh anonim.


Pak Mugiyono tidak sendiri. Aku juga sering mendapatkan nama-nama lain yang menempel di label sapu, tapi biasanya selalu dari lokasi yang sama, Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Magelang. Ternyata di sana memang pusat kerajinan sapu.

Sungguh, aku merasa terhormat memakai sapu yang dibuat dengan bahan-bahan terbaik, dari tangan-tangan terampil Pak Mugiyono dan teman-temannya.

Comments

Popular Posts