Laundry Day
Sampai sekarang, aku dan mama berbeda pendapat tentang Molto Sekali Bilas.
Mama mencuci hanya dengan detergent saja, dengan menggunakan mesin cuci. Ngga ada yang namanya pewangi atau pelembut. Dan sekali berprinsip, buat Mama, perlu ada keajaiban untuk mengubah pikirannya. Bagus sih, mama ngga mudah terpengaruh produk-produk baru yang menyasar ibu-ibu rumah tangga yang makin hari makin banyak jumlahnya. Katakanlah, produk pewangi dan pelembut pakaian, pemutih, penghilang noda, lalu pencuci piring yang anti bakteri, cairan pel, pembersih bak cuci piring, pembersih keramik, lap mikrofiber, dan seterusnya.
Sebetulnya juga setuju dalam hal pewangi. Itu sebabnya, aku ngga suka masukin cucian ke laundry kiloan. Bersih sedikit, wanginya keterlaluan. Lagian, kan udah punya mesin cuci. Tapi lalu ada Molto Sekali Bilas.
Mencuci dengan mesin cuci, mesti tiga kali ganti air. Sekali untuk detergent, dan dua kali bilasnya sebelum masuk di pengering. Sungguh proses panjang. Makanya, Molto Sekali Bilas buatku sungguh inovasi yang keren. Pertama, Molto ini sungguh menghemat waktu. Yang harusnya bilas dua kali atau lebih, jadi cuma sekali saja. Kedua, sudah pasti jadi hemat air. Hemat pemakaian listrik mesin cuci. Hemat tenaga juga.
Oh, sungguh aku ingin berterima kasih pada penemu Molto Sekali Bilas, meski Mama tetap tidak sependapat. Ngga papa juga. Setiap orang punya cara masing-masing.
Aku pernah iseng menanyai teman-teman sekantor tentang bagaimana mereka mencuci pakaian. Ternyata tidak satupun punya cara yang sama. Ada yang ngga percaya sama mesin cuci, sehingga perlu ngucek pakaiannya satu-satu setelah diputar di mesin (sepertinya bakal cocok sama Mama), ada juga yang ngga ganti air langsung kasih Molto, atau tetep cuma sekali bilas meski tanpa Molto Sekali Bilas. Beda-beda. Ngga papa. Karena mencuci bukan pekerjaan ringan dan adanya terus-menerus. Kita akan pilih cara yang menyenangkan buat diri sendiri.
Mama mencuci hanya dengan detergent saja, dengan menggunakan mesin cuci. Ngga ada yang namanya pewangi atau pelembut. Dan sekali berprinsip, buat Mama, perlu ada keajaiban untuk mengubah pikirannya. Bagus sih, mama ngga mudah terpengaruh produk-produk baru yang menyasar ibu-ibu rumah tangga yang makin hari makin banyak jumlahnya. Katakanlah, produk pewangi dan pelembut pakaian, pemutih, penghilang noda, lalu pencuci piring yang anti bakteri, cairan pel, pembersih bak cuci piring, pembersih keramik, lap mikrofiber, dan seterusnya.
Sebetulnya juga setuju dalam hal pewangi. Itu sebabnya, aku ngga suka masukin cucian ke laundry kiloan. Bersih sedikit, wanginya keterlaluan. Lagian, kan udah punya mesin cuci. Tapi lalu ada Molto Sekali Bilas.
Mencuci dengan mesin cuci, mesti tiga kali ganti air. Sekali untuk detergent, dan dua kali bilasnya sebelum masuk di pengering. Sungguh proses panjang. Makanya, Molto Sekali Bilas buatku sungguh inovasi yang keren. Pertama, Molto ini sungguh menghemat waktu. Yang harusnya bilas dua kali atau lebih, jadi cuma sekali saja. Kedua, sudah pasti jadi hemat air. Hemat pemakaian listrik mesin cuci. Hemat tenaga juga.
Oh, sungguh aku ingin berterima kasih pada penemu Molto Sekali Bilas, meski Mama tetap tidak sependapat. Ngga papa juga. Setiap orang punya cara masing-masing.
Aku pernah iseng menanyai teman-teman sekantor tentang bagaimana mereka mencuci pakaian. Ternyata tidak satupun punya cara yang sama. Ada yang ngga percaya sama mesin cuci, sehingga perlu ngucek pakaiannya satu-satu setelah diputar di mesin (sepertinya bakal cocok sama Mama), ada juga yang ngga ganti air langsung kasih Molto, atau tetep cuma sekali bilas meski tanpa Molto Sekali Bilas. Beda-beda. Ngga papa. Karena mencuci bukan pekerjaan ringan dan adanya terus-menerus. Kita akan pilih cara yang menyenangkan buat diri sendiri.


Comments
Post a Comment